Listening in Action (Kemampuan Menyimak)

Listening in Action terdiri atas empat bagian, yaitu menyimak atentif, menyimak intensif, menyimak selektif, dan menyimak interaktif

Dalam kegiatan menyimak atentif para pembelajar berlatih menyimak dan mencoba memberikan jawaban singkat (pendek) kepada lawan bicara, baik secara verbal maupun nonverbal (melalui aksi). Mereka dilatih memahami aspek kebahasaan (kata-kata kunci), aspek nonkebahasaan (gambar, foto, musik), dan aspek interaksi (membuat repetisi, parafrase, konfirmasi). Yang menjadi ciri kegiatan menyimak atentif adalah :

• pengajar dan para pembelajar melakukan interaksi tatap muka
• pengajar memanfaatkan gambar atau topik-topik yang konkret
• para pembelajar menyimak ‘penggalan kalimat’
• para pembelajar memberikan respons secara langsung.

Contoh kegiatan menyimak atentif:
1) demonstrasi (menjelaskan bagaimana cara memasak mie instan);
2) pengimajian musik (meminta para pembelajar menuliskan imaji mereka tentang lagu yang telah mereka simak);
3) wawancara (menanyakan topik-topik tertentu, seperti keluarga, makanan, olah raga, kepada para pembelajar).
Menyimak intensif memfokuskan perhatian siswa pada bentuk kebahasaan. Tujuan kegiatan menyimak intensif adalah membangkitkan kesadaran para pembelajar bahwa perbedaan bunyi, struktur, dan pilihan kata dapat menyebabkan perbedaan makna. Yang menjadi ciri dari aktivitas menyimak intensif adalah:
• para pembelajar belajar secara individual
• para pembelajar dapat menyimak sebanyak mungkin
• pengajar memberikan umpan balik pada masalah ketepatan pemakaian bahasa.

Contoh kegiatan menyimak intensif:
1) menceritakan kembali (menyampaikan pesan);
2) diskrimasi (mengidentifikasi kosakata yang diperdengarkan lewat tape recorder);
3) percakapan satu pihak (melengkapi percakapan);
4) dikte (menuliskan kembali apa yang diucapkan oleh pengajar).

Menyimak selektif dapat membantu para pembelajar dalam mengidentifikasi tujuan mereka menyimak. Kegiatan menyimak selektif membantu mengarahkan perhatian para pembelajar pada kata-kata kunci, urutan wacana, atau struktur informasi. Yang menjadi ciri kegiatan menyimak selektif adalah:
• para pembelajar memusatkan perhatian pada informasi yang telah mereka pilih
• para pembelajar memiliki kesempatan menyimak dua kali untuk mengecek pemahaman mereka
• pengajar menyiapkan kegiatan pemanasan sebelum menyimak
• pengajar membantu para pembelajar merancang tujuan sebelum menyimak
• pengajar memberikan umpan balik sepanjang kegiatan menyimak berlangsung

Contoh kegiatan menyimak selektif:
1) permainan isyarat (menyimak dan mencoba menebak kosakata sasaran melalui kata-kata kunci);
2) permainan ingatan (menyimak sambil mengamati gambar, kemudian membenarkan atau menyalahkan apa yang dijelaskan oleh pengajar);
3) peta cerita (menyimak cerita dan menyusun peta cerita dengan memberi inisial karakter, setting, masalah, tujuan, cara pemecahan masalah, dan hasil);
4) talk show (menyimak talk show dan mengidentifikasi topik-topik yang dibicarakan).
Menyimak interaktif dirancang untuk membantu para pembelajar berperan aktif dalam berinteraksi (walaupun mereka berperan sebagai penyimak). Yang menjadi ciri khas kegiatan menyimak interaktif adalah:
• para pembelajar bekerja berpasangan atau berkelompok (kelompok kecil)
• para pembelajar belajar memecahkan masalah
• pengajar memantau pemakaian bahasa selama aktivitas berlangsung

Contoh kegiatan menyimak interaktif:
1) survey kelompok (memperbincangkan suatu topik);
2) perkenalan diri (menyimak perkenalan teman, kemudian mencatat hasil simakan);
3) perbedaan gambar (menemukan hal-hal yang berbeda dari dua buah gambar);
4) testimoni (pembelajar mengumpulkan pendapat dari teman satu kelompok, kemudian bertukar informasi dengan teman-teman dari kelompok lain).

(Iim Rahmina
Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra
Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung)