TEKNIK PROBLEM SOLVING

Saat terjadi proses belajar-mengajar seringkali kita dihadapkan pada kendala dan berbagai macam masalah yang harus kita atasi, dalam jangka pendek maupun jangka panjang, berikut uraian dan sistematika dalam pencarian solusi :

Sistematika Problem Solving

1. Identifikasi persoalan --> Apresiasi “Apa yang ada?”
2. Analisis penyebab --> Imajinasi “Apa yang mungkin?”
3. Analisis solusi --> Menentukan “Apa yang harus?”
4. Implementasi solusi --> Menyusun “Apa yang dapat?”

Pemecahan Masalah Secara Analitis
A. Definisikan Masalah
B. Buat Alternatif Pemecahan Masalah
C. Evaluasi Alternatif-Alternatif Pemecahan Masalah
D. Terapkan Solusi dan Tindak- Lanjuti
A. Definisikan Masalah
Fakta dipisahkan dari opini atau spekulasi. Data objektif dipisahkan dari persepsi
Semua pihak yang terlibat diperlakukan sebagai sumber informasi
Masalah harus dinyatakan secara eksplisit / tegas
Nyatakan dengan jelas adanya ketidak-sesuaian antara standar atau harapan dengan kenyataan yang terjadi
Nyatakan dengan jelas, pihak-pihak yang terkait atau berkepentingan dengan terjadinya masalah
B. Buat Alternatif Pemecahan Masalah
Brainstorming semua alternatif pemecahan masalah
Alternatif-alternatif diusulkan oleh semua orang yang terlibat dalam penyelesaian masalah. Semakin banyaknya orang yang mengusulkan alternatif, dapat meningkatkan kualitas solusi dan penerimaaan kelompok.
Alternatif-alternatif harus sejalan dengan tujuan atau kebijakan organisasi.
C. Evaluasi Alternatif-Alternatif Pemecahan Masalah
Tingkat kemungkinannya untuk dapat menyelesaikan masalah tanpa menyebabkan terjadinya masalah lain yang tidak diperkirakan sebelumnya.
Tingkat penerimaan dari semua orang yang terlibat di dalamnya
Tingkat kemungkinan penerapannya
Tingkat kesesuaiannya dengan batasan-batasan yang ada di dalam organisasi; misalnya budget, kebijakan perusahaan, dll.
Berikut adalah karakteristik-karakteristik dari evaluasi alternatif-alternatif pemecahan masalah yang baik:
Alternatif- alternatif yang ada dinilai secara relatif berdasarkan suatu standar yang optimal, dan bukan sekedar standar yang memuaskan penilaian terhadap alternative-alternatif yang ada dilakukan secara sistematis, sehingga semua alternatif yang diusulkan akan dipertimbangkan,
Alternatif-alternatif yang ada dinilai berdasarkan kesesuaiannya dengan tujuan organisasi dan mempertimbangkan preferensi dari orang-orang yang terlibat didalamnya.
Alternatif-alternatif yang ada dinilai berdasarkan dampak yang mungkin ditimbulkannya, baik secara langsung, maupun tidak langsung
Alternatif yang paling dipilih dinyatakan secara eksplisit/tegas.
D. Terapkan Solusi dan Tindak- Lanjuti
Penerapan solusi dilakukan pada saat yang tepat dan dalam urutan yang benar. Penerapan tidak mengabaikan faktor-faktor yang membatasi dan tidak akan terjadi sebelum tahap 1, 2, dan 3 dalam proses pemecahan masalah dilakukan.
Penerapan solusi dilakukan dengan menggunakan strategi “sedikit-demi sedikit” dengan tujuan untuk meminimalkan terjadinya resistensi dan meningkatkan dukungan.
Proses penerapan solusi meliputi juga proses pemberian umpan balik. Berhasil tidaknya penerapan solusi, harus dikomunikasikan , sehingga terjadi proses pertukaran informasi
Keterlibatan dari orang-orang yang akan terkena dampak dari penerapan solusi dianjurkan dengan tujuan untuk membangun dukungan dan komitmen
Adanya sistim monitoring yang dapat memantau penerapan solusi secara berkesinambungan. Dampak jangka pendek, maupun jangka panjang diukur.
Penilaian terhadap keberhasilan penerapan solusi didasarkan atas terselesaikannya masalah yang dihadapi, bukan karena adanya manfaat lain yang diperoleh dengan adanya penerapan solusi ini. Sebuah solusi tidak dapat dianggap berhasil bila masalah yang menjadi pertimbangan yang utama tidak terselesaikan dengan baik, walaupun mungkin muncul dampak positif lainnya.