TEKNIK PRESENTASI


“Teknik Presentasi ini WAJIB dipelajari oleh pengajar yang merasa masih perlu pengembangan wawasan guna peningkatan penampilan berpresentasi dihadapan publik. Bisa didepan kelas atau diatas panggung. Bisa dihadapan murid, mahasiswa atau orang awam sekalipun.”
 
“Diharapkan para pembaca menggunakan bahan ini adalah sebagai pelengkap saja, disamping materi – materi yang lainnya”

Maksud PRESENTASI
  1. Me-Motivasi (antusiasme)
  2. Melakukan Persuasi
  3. Menyampaikan Ide
  4. Menginformasikan Sesuatu
  5. Meyakinkan Siswa
  6. Memperoleh Dukungan
  7. Membangun Kerjasama


Persiapan Presentasi
Hard Ware:
Alat bantu audio visual (Sound sistem, OHP, LCD, White Board)
Lay Out Meja
Tanda peserta, Alat tulis dll
Soft Ware:
Topik sesuai
Materi berkualitas / aplikatif
Siswa / Audiens dikenali
Brain Ware:
Penampilan fisik menarik (Busana, Hand Out, Transparansi)
Gaya bahasa Komunikatif (pilihan kata sesuai dengan audiens)

Struktur PRESENTASI
  1. Introduction (Pembuka)
      1. Cerita
      2. Puisi
      3. Lagu
      4. Slogan
  2. Pengembangan Isi (Tengah)
      1. Menjelaskan Tema
      2. Mengembangkan Tema
      3. Argumen Tema
  3. Kesimpulan dan Rekomendasi (Penutup)
      1. Merangkum secara pointers
      2. Merekomendasikan sesuai tujuan
      3. Memberi kalimat kunci / singkat yang sugestif
Kiat Menentukan TEMA
  1. Text Book (kajian buku atau kitab suci)
  2. Hal-Hal faktual (kejadian sehari hari)
  3. Hari-Hari besar Nasional atau Agama
  4. IPOLEKSOSBUDHANKAM
  5. Analogi fungsi Organ Tubuh
  6. Filosofi Tumbuhan atau Hewan tertentu
  7. Materi lain dengan request pihak tertentu
STRATEGI MENGEMBANGKAN MATERI PRESENTASI
Penjelasan
Contoh/ilustrasi
Analogi
Testimonial
Data statistik

MENJADI PRESENTER
1. OBSERVASI ( MENGAMATI )
2. REFERENSI ( MEMBACA BUKU )
3. AKSI ( MENCOBA )

Syarat PRESENTER
  1. Kosa kata baik
  2. Komunikasi lancar
  3. Suara jelas
  4. Pikiran logis
  5. Pengetahuan luas
  6. Antusias
  7. Berhati Tulus
  8. Humoris
  9. Percaya Diri
  10. Dapat menjadi “Actor”
Presenter UNGGUL
  1. Komunikatif
  2. Melahirkan sugesti
  3. Menguasai Materi
  4. Memancarkan Motivasi
  5. Penampilan Trendy (Segar, Serasi, Santun)
  6. Tahu kapan harus bicara dan kapan harus diam
Hambatan Komunikasi
  1. Hambatan Fisik:
      1. Kepada yang buta kita bicara
      2. Kepada yang tuli kita menulis
      3. Kepada yang jauh dengan isyarat
      4. Bagi yang pendek jangan menggunakan mimbar yang tinggi
  2. Hambatan Semantik:
      1. Kata yang terlalu abstrak
      2. Kata yang sangat spesifik
      3. Kata yang sangat asing bagi audiens
  3. Hambatan Psikologis:
      1. Ditunggui oleh orang yang sangat menentukan “nasib” atau atasan
      2. Ada teman lamanya
      3. Ada pakar atau ahli atau seniornya
Teknik Pembuka
Langsung menyebut pokok persoalan
Melukiskan latar belakang masalah
Menghubungkan presentasi dengan peristiwa mutakhir
Menyentuh emosi audience
Memuji audience
Membuat pernyataan yang mengejutkan
Mengajukan pertanyaan provokatif
Menyatakan kutipan
Membuat cerita faktual / fiktif

Tujuan Teknik Pembuka
  1. Mengurangi Keraguan
  2. Meningkatkan Rasa Percaya Diri
  3. Penjajagan Kadar Audiens
  4. Pengantaran Ke Tema Utama
  5. Menciptakan Kebersamaan
  6. Mengurangi Kesenjangan Persepsi
  7. Menyamakan Nuansa Permasalahan
  8. Mengurangi Kecurigaan dan Pembantaian
Kesalahan yang harus dihindari
  • Permohonan maaf yang sangat berlebihan diawal presentasi
  • Lupa menjelaskan manfaat materi bagi hadirin
  • Bercerita lebih banyak dari yang ingin diketahui oleh hadirin
  • Membaca setiap kata yang ada dalam slide / OHP
Orientasi PRESENTER
    1. Pada Audiens / Komunikan (Kepuasan Audiens)
    2. Pada Inti Masalah / Tujuan (Ketepatan Materi)
Bahasa nonverbal
Visual image / penampilan
Facial expression / ekspresi muka
Eye Contact / kontak mata
Body posture / postur tubuh
Movement / gerakan

Tanda Tanda Audiens BOSAN
  1. Ngantuk
  2. Ngobrol sendiri sendiri
  3. Melihat jam tangan
  4. Bermain pulpen
  5. Menulis yang tidak perlu
  6. Menggambar yang tidak perlu
  7. Masa bodoh
  8. Melamun
Cara Mengatasi Audiens Bosan
  1. Dicegah dengan menggunakan:
      1. Cerita yang sugestif
      2. Cerita lucu
      3. Menyampaikan pendapat tokoh / pakar
      4. Himbauan dalam Learning Contrac
  2. Ice Breaking (Cerita lucu atau aktual, peserta diminta berdiri atau maju untuk melakukan sesuatu, diberi game, nyanyi bersama)
  3. Break (Lobby atau istirahat)
  4. Bertanya kepada salah satu peserta yang bosan atau peserta yang menarik
  5. Introspeksi diri (Waktu sudah habis, waktu tidak jelas, waktu terlalu lama, materi tidak sesuai kebutuhan)
Cara menutup presentasi
Membuat kesimpulan
Mendorong audience untuk bertindak
Mengutip, sajak, peribahasa atau kata ahli
Membuat ilustrasi yang menarik
Memuji audiens